obat rheumatoid arthritis

obat rheumatoid arthritis
Health Science Advisory Board

Artritis Reumatoid | 083808490070 | Uji Klinis Transfer Factor



SOME CLINICAL ABSTRACT OF USING TRANSFER FACTOR FOR RHEUMATOID ARTHRITIS PATIENTS


Med Interne 1985 Apr-Jun;23(2):135-40

Effect of long-term therapy with transfer factors in rheumatoid arthritis
Georgescu C.

Specific immunotherapy with transfer factors was used in a chronic experiment in a group of 50 female patients with rheumatoid arthritis (RA) stage I-III. The patients were followed up for 24 months, clinical and biologic examinations being repeated every 3 months. In this period the patients received beside the basic nonsteroid anti-inflammatory therapy, one unit transfer factors every week over a period of 6 months then one until transfer factors every month (10 patients) to the end of experiment. Of the 50 patients 15 (30%) did not respond to the therapy and the experiments had to be interrupted after 6 months. Excellent, very good and good results were obtained in 35 patients (70%). In 12 patients the response was good but the dose of transfer factors had to be increased to two units/week in the first 6 months. In 13 patients the results obtained were very good and therapy with nonsteroid products + transfer factors was continued even after the first 6 months. In 10 patients with RA stage I the results obtained were excellent and after 6 months the nonsteroid therapy could be interrupted and the therapy was continued only with one unit transfer factors every month. The study confirmed the fact that specific immunotherapy with transfer factors represents an important adjuvant in the treatment of rheumatoid arthritis (RA).

Influence of various forms of dialyzable leukocyte extracts on rat adjuvant arthritis

(Dialyzable leukocyte is another term for transfer factors)
Stancikova M, Rovensky J, Pekarek J, Orvisky E, Blazickova S,
Cech K. Research Institute of Rheumatic Diseases, Slovak Republic.

Adjuvant-induced arthritis in rats is a chronic inflammatory disease, widely used as an animal model for rheumatoid arthritis. In our study the effect of various fractions of dialyzable leukocyte extract (DLE): DLE I-molecular weight below 10 kDa (commercial preparation), DLE II-molecular weight below 5 kDa (suppressor fraction), DLE III-molecular weight 5-10 kDa on rat adjuvant-induced arthritis was studied. The adjuvant arthritic (AA) rats were treated with DLE fraction i.p. in solutions containing an active substance isolated from 12.5 x 10(6) and 6.25 x 10(6) leukocytes from day 1 (adjuvant injected) through day 18, every second day (total 9 times). Various markers of inflammation, immune function and joint destruction were evaluated: hindpaw volume, serum hyaluronic acid, serum albumin and biopterin in urine. All these markers showed a significant improvement after using fraction DLE II in comparison with AA controls. Fractions DLE I and DLE III influenced only some markers of inflammation and immune function. Our results demonstrated a therapeutical effect of fraction DLE II on rat adjuvant-induced arthritis Arch Immunol Ther Exp (Warsz). 1994; 42(4): 295-9.

Pengobatan RHEUMATOID ARTHRITIS | 083808490070 | Testimoni Kesembuhan


Jessica, seorang gadis 8 tahun yang cantik, didiagnosis menderita Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA) ketika dia berusia 4 tahun. Jessica datang ke kantor kami pada tahun 1996 dengan nyeri tulang dan beberapa nyeri sendi yang bengkak, terutama pergelangan kakinya. Dia dikirim ke seorang ahli Rheumatologi karena kecurigaan tinggi mengalami JRA. Diagnosis mengkonfirmasinya dan dia memulai terapi kompleks dengan beberapa obat, termasuk Naproxyn, Indocin, & Methotrexate. Dia mengalami perbaikan yang sedikit saja terhadap terapi awal itu dengan beberapa perbaikan dalam fungsi, namun dia masih tidak bisa kembali menjadi "anak normal", aktif dalam olahraga dan menari tanpa rasa sakit dan ketidaknyamanan. Kami memperkenalkan ibunya kepada konsep Transfer Factor dan produk-produk Fibro (produk dukungan dari 4Life Research). Setelah sejumlah penjelasan dan penelitian, ia memutuskan untuk mencobanya. Dan setelah beberapa waktu, Jessica belajar untuk menelan kapsul Fibro. 

Dalam waktu empat minggu, ia menunjukkan perbaikan yang signifikan. Dalam delapan minggu, kami menganggap dia remisi penuh, dengan tidak ada rasa sakit bengkak atau sendi. Dan dia tetap dalam remisi sejak saat itu, sekarang 9 bulan penuh! Dia sekarang menari sesukanya dan tidak menderita sakit dalam beberapa bulan terakhir. Semua ini adalah hasil dari menggunakan produk dukungan alami 4Life Research. Dan omong-omong, ia tidak memiliki penyakit menular yang memerlukan kunjungan ke dokter atau meminum antibiotik sejak mulai meminum Transfer Factor!

Update (Musim Semi / Musim Panas, 2000): Jessica, anak 9 tahun kita yang menderita Juvenile Rheumatoid Arthritis, tetap dalam remisi penuh tanpa rasa sakit dan masih sangat aktif. Dia telah mengalami dua serangan radang tenggorokan, tapi mampu menghindari musim virus berat Maine setahun terakhir ini. Kami sekarang memiliki tiga teman dewasa dengan Fibromyalgia, semua mengkonsumsi 4Life Transfer Factor.

Obat Rheumatoid Arthritis | 083808490070 | Tentang Rheumatoid Arthritis & Transfer Factor


Rheumatoid arthritis (RA) adalah suatu penyakit AUTOIMUN yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi-sendi. Rheumatoid arthritis dapat juga menyebabkan peradangan dari jaringan sekitar sendi-sendi, begitu juga pada organ-organ lain dalam tubuh.
Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika jaringan-jaringan tubuh dengan “sembarangan” diserang oleh sistem imunnya sendiri. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh pasien yang naive (bodoh). Pasien-pasien dengan penyakit autoimun mempunyai antibodi-antibodi di dalam darahnya yang "melukai" jaringan-jaringan tubuhnya sendiri, dimana mereka hampir dapat dikatakan selalu berkaitan dengan peradangan. Karena ia dapat mempengaruhi beragam organ-organ tubuh lain, rheumatoid arthritis dirujuk sebagai suatu penyakit sistemik dan adakalanya disebut penyakit rheumatoid.
Rheumatoid arthritis adalah suatu penyakit kronis, yang dapat berlangsung tahunan. Pasien-pasien tertentu mungkin mengalami periode panjang tanpa gejala-gejala. Secara khas, bagaimanapun, rheumatoid arthritis adalah suatu penyakit yang progresif yang berpotensi menyebabkan kerusakan sendi dan ketidakmampuan fungsional.
Rheumatoid arthritis adalah suatu penyakit rematik (rheumatic) yang umum, mempengaruhi kira-kira 1,3 juta orang-orang di Amerika, menurut data sensus yang sekarang. Penyakit ini tiga kali lebih umum pada wanita daripada pada pria. Rheumatoid Arthritis adalah penyakit yang mampu menyerang semua suku bangsa. Penyakitnya dapat terjadi pada segala umur, namun paling sering terjadi diatas umur 40 tahun dan sebelum umur 60 tahun.
Gejala-Gejala Dan Tanda-Tanda Rheumatoid Arthritis
Gejala-gejala rheumatoid arthritis datang dan pergi, Ketika penyakit aktif, gejala-gejala dapat termasuk kelelahan, kehilangan nafsu makan, demam derajat rendah, nyeri-nyeri otot dan sendi, dan kekakuan. Kekakuan otot dan sendi biasanya paling terasa pada pagi hari dan setelah periode-periode ketidakaktifan.
Transfer Factor Untuk Mengatasi Kondisi Autoimun
Transfer Factor dapat meredakan dan menstabilkan system imun yang terlalu aktif yang menjadi penyebab penyakit autoimun. Jika system imun anda terlalu lemah maka anda akan rentan terhadap serangan bakteri, virus, kuman dan parasit, sebaliknya jika system imun anda aktif secara berlebihan anda akan rentan terhadap penyakit autoimun, dimana system imun akan menyerang jaringan sel tubuh sendiri yang dianggap sebagai penyusup.
Transfer Factor berisi modulator yang terdiri dari aktivator dan suppressors, yang tidak hanya berfungsi membangunkan sistem kekebalan, tetapi juga membantu untuk menormalkan dan menyeimbangkan system kekebalan yang terlalu agresif seperti yang terlihat dalam kasus-kasus, kelelahan kronis, Rheumatoid Arthritis, multiple sclerosis dan lupus.
Pada tahun 1976, H Sherwood Lawrence pelopor Transfer Factor mulai menyelidiki potensi Transfer Faktor untuk orang dengan gangguan autoimun. Sehingga Hari ini, Transfer Faktor dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi autoimun karena berfungsi untuk memodulasi dan menormalkan respons sistem kekebalan yang abnormal.
Dr William Hennen, Ph.D., seorang ahli dalam senyawa farmakologis dan penulis Transfer Factor & Enhanced Transfer Factor, telah melakukan penelitian mengenai manfaat terapeutik molekul kekebalan tubuh ini.
Peneliti Jepang menemukan bahwa Transfer Factor sukses digunakan dengan baik dalam kasus juvenile rheumatoid arthritis yang bahkan tidak responsif terhadap steroid dosis tinggi dan immunosuppressants.